Pengertian Dasar Al-Quran Dan Sejarah Turunnya Al-Quran


Dunia Dalam Al-Quran - Al-Quran adalah kitab suci yang di turunkan kepada Nabi Muhammad SAWketika nabi muhammad berusia 40 tahun. Al-quran sendiri adalah firman allah yang di wahyukan kepada muhammad SAW melalui malaikat Jibril denga lafal dan maknanya. Alquran merupakan mukjizat nabi muhammad SAw yang sanggar berharga bagi umat isalam hinga saat ini. di dalamnya terkandung petunjuk dan pedoman bagi umat manusia dalam mencapai kebahagiaan hidup baik di dunia maupun di akhirat.

Total keseluruhan isi dalam alquran.

Alquran mempunyai 6.236 - 6.666 Ayat, 114 Surat, dan 30 juz. untuk jumlah ayat ada yang  mengatakan berbeda jumlah, mengapa demikian?
Sebagian ulama menyatakan jumlah ayat alquran dengan jumlah 6.236 sebagian lagi menyatakan jika jumlah ayat alquran terdiri dari 6.666 ayat, perbedaan jumlah ayat ini 
di sebabkan karana perbedaan pandangan tentang kalimat Basmallah pada setiap awal surat (kecuali surat At-Taubah),kemudian di sertai dengan kata-kata pembuka surat yang terdiri dari susunan huruf-huruf seperti 
Yaa siin, Alif Lam Miim, Ha miim dll. Ada yang memasukan sebagai ayat dan ada juga yang tidak mengikutkan sebagai ayat.

Bagaimana Alquran di turunkan kepada Muhammad SAW

Kitab suci Al-quran di turunkan kepada nabi muhammad SAW malalui berbagai cara, antara lain :

1. Malaikat Jibril memasukan wahyu itu kedalam hati muhammad SAW tanpa memperlihatkan wujud aslinya. Nabi SAW tiba-tiba saja merasakan wahy itu telah berada di dalam hatinya.
2. Malaikat Jibril manampakkan dirinya sebagai manusia laki-laki dan mengucapkan kata-kata dihadapan Nabi muhammad SAW.
3. Wahyu turun kepada Nabi SAW seperti bunyk gemercik lonceng
menurut nabi SAW. cara ini lah yang paling berat di rasakan, samapi-sampai nabi SAW mencucurkan keringat meskipun wahyu itu di turunkan pada musim dingin yang sangat dingin.
4. Malaikat Jibril turun membawa wahyu dengan wujud aslinya.

Setiap kali mendapat wahyu, Nabi SAW lalu menghafalnya. Beliau dapat mengulaingi wahu yang di terima tepar seperti yang telah di sampaikai kepada jiberil kepadanya, hafalan Nabi ini selalu di kontrol oleh Malaikat Jiberil.
Kitab suci Al-quran sendiri di turunkan dalam 2 periode :

1. Periode Makkah

2. Periode madinah

- Periode makkah dimana saat itu Nabi muhammad SAW bermukmin di makkah pada tahun (610 M  - 622 M) sampai nabi SAW melakukan hijrah. Ayat-ayat yang di turunkan pada masa itu di sebut ayat-ayat makkiah yang berjumlah 4.726 ayat dan meliputi 89 surat.
Ayat-ayat makkian berupa ayat-ayatnya yang pendek, diawali dengan Yaa Ayyuhan-nas (wahai manusia), dan isinya kebanyakan mengandung masalah tauhid, iman kepada allah SWT, hal ihwal surga dan neraka, dan masalah-masalah yang menyangkut kehidupan akhirat (ukhrawi).

- Periode Madinah yaitu masa dimana setelah nabi SAW hijrah ke madinah pada tahun (622-632). Ayat-ayat yang turun dalam periode ini di namakan ayat-ayat madiniyyah, meliputi 1.510 ayat dan mencakup 25 surat. Ayat madinyyah terdiri ayat yang panjang-panjang, diawali dengan yaa ayyuhal-ladzina amanu (wahai orang-orang yang beriman)
dan isinya kebanyakan tentang hukum-hukum agama (syariat), orang-orang yang berhijrah (mujahiriin) dan kaum penolong (anshar), kaum munafik serta ahli kitab.

Pada zaman nabi muhammad, Al-Quran tidak di perbolehkan untuk di tulis melainkan hanya di hafalkan saha di luar kepala baik oleh nabi muhammad maupun para sahabat-sahabatnya. SEmentara itu untuk menjaga kemurnian Al-Quran, setiap malam 
di bulan Tamadhan malaikat Jibril turun kebuni dan membacakan ayat-ayat Al-QAuran tersebut dan nabi muhammad mendengarkanya dengan seksama. nabi muhammad sendiri melarang penulisan Al-Quran ini dalam media apapun dalam satu kesatuan.

Nabi muhammad adalah nabi yang ummi yang artinya tidak bisa baca tulis, hal ini di karenakan belian memang tidak pernah mendapatkan pendidikan formal sejak kecil yang memang hal tersebut di anggap tidak penting oleh bangsa Arab di makkah waktu itu. Tetapi kebiasaan baca tulis nabi muhammad ini memiliki hikmah tersendiri karena apapun yang di sampaikan oleh 
nabi Muhammad berarti masi original (asli) dari Allah SWT tanpa ada penambahan atau pengurangan dari nabi.

Setelah nabi muhammad meningal dunia, kepemimpinan islam di berikan kepada kalifah abu bakar as syidiq. Pada masa kepemimpinan Abu Bakar, orang orang islam uang tipis iman nya mulai banyak yang meningalkan semua perintah-perintah allah seperti shalat, puasa, zakat. Selain itu bermunculan nabi-nabi palsu yaitu
orang-orang yang mengaku sebagai penerus Nabi Muhammad SAW. Dengan munculnya nbai-nabi palsu ini, maka khaligah Abu bakar kemudian memerintahkan kepada para sahabat untuk memerangi Nabi palsu dan umat islam yang tipis imannya. Sayangnya, banyak sahabat nabi yang hafal Al-quran dalam rangka menegakan agama islam kemudian berguguran satu demi satu.

Melihat hal ini Umar bin khatab menyarankan kepada khalifah Abu bakar untuk mengumpulkan ayat-ayat Al-Quran dan menuliskan menjadi satu kitab saja. awalnya ide ini di tentang oleh khalifah Abu bakar, karana menurut beliau  Nabi Muhammad sendiri yang melarang penulisan ayat-ayat Al-quran tersebut, namun setelah melaluii perdebatan panjang dan demi 
menegakan agama islam akhirnua kalifah Abu bakarpun mengalah. Setelah itu di bentuklah panitia pengumpylan dan penulis Al-quran tersebut.

Demikian singkat sejarah turunnya Al-Quran yang di bawakan olah malaikat Jibril untuk di sampaikan kepada Baginda Nabi Muhammad SAW, apa bila terdapat penulisan yang salah mohon di maafkan, 


Comments